Kepoooin Nih

Friday, September 8, 2017

Musim Berita Hoax, Ini Tips Anak Muda Harus Pintar Jangan Termakan dan Sebarkan Hoax

Derasnya arus informasi baik dari media massa maupun sosial media (sosmed) yang kini penyebarannya lebih cepat dibandingkan media mainstream, membuat masyarakat semakin banyak pilihan menerima informasi. Namun sayangnya seperti di negara luar, di Indonesia juga kekinian sedang musim berita atau informasi hoax, terutama penyebaran melalui sosmed.

Bukan berati media massa terbebas hoax, cukup banyak saat ini bertebaran media massa terutama media online yang isinya cukup banyak berita hoax. Namun sayangnya yang berwenang hanya tebang pilih menindak berbagai media online penebar hoax tersebut. Nih Mimin kasih tips supaya Sobat gak termakan dan sebarkan hoax. Cekibrooottt…

1. Jangan Mudah Percaya Dulu
Tahap awal mengkonsumsi sebuah berita atau informasi pasti Sobat baca judulnya dulu kan?. “Rumah Sakit Jum’at Kliwon Kebakaran, 20 Jenazah Selamatkan Diri”. Biasanya media massa terutama media online selalu menampilkan judul yang heboh supaya page view (grafik pembaca) naik terus. Setelah diklik dan dibaca ternyata isinya biasa saja seperti sumber media online lainnya. Ya kali jenazah di rumah sakit itu selamatin diri. hahaha..

2. Cari Sumber Lain
Gak semua berita dan informasi yang beredar di media massa dan sosmed itu 100% benar. Jangan langsung percaya dan tangan ikut sebarkan gitu saja. Tapi cari sumber-sumber dari media lainnya yang sudah dianggap kredibel dan gak memihak suatu golongan sebagai sumber pembanding. “Terjadi Ledakan di Cilincing”, taunya di sumber media lain isi beritanya lagi ada pesta nikahan khas Betawi yang selalu pake petasan untuk menyambut pengantin. Petasannya cuma 500 meter sih.. hahaha..

3. Cek TKP Langsung
Berita hoax memang membuat kita kesal bahkan marah, karena bisa saja pribadi sendiri, keluarga atau usaha kita yang diberitakan media hoax tersebut. “Pasar Tanah Abang Kebakaran Lagi”, taunya berita tersebut ter-reupload gak sengaja di media online tersebut yang sebenarnya itu berita tahun-tahun kemarin dan membuat pemilik dan pedagang usaha di lokasi itu was-was, hadeuh.. Lebih baik cek langsung ke TKP (kroscek).

4. Jangan Percaya Media Massa yang Terkenal Penyebar Hoax
Kalo media massa tersebut sudah terkenal penyebar hoax, ngapain ditonton lagi.. ngapain dibuka website portalnya lagi.. ngapain dibeli atau langganan koran dan majalahnya lagi.. Sobat sebagai masyarakat dan konsumen berhak memilih. Dengan rendahnya pemirsa, pembuka website portal dan pembeli koran dan majalah hoax tersebut, berati Sobat sebagai konsumen sudah berpartisipasi meruntuhkan secara perlahan media-media hoax tersebut. AGREE?

5. Saling Ingatkan Sekitar Jangan Latah Sebarkan Hoax
Informasi hoax biasanya lebih cepat menyebar di sosial media terutama aplikasi chat grup.

BREAKING NEWS!
Dear ibu-ibu arisan Gang Demplon. Jeung Kelin lagi berantem tuh dari dalem rumahnya ada suara gubrak-gubrak.

Lalu info hoax itu nyebar sampe chat grup arisan ibu-ibu PKK Tingkat Kabupaten. Setelah dikroscek ternyata itu dua kucingnya Jeng Kelin lagi kawin, makanya kejar-kejaran di dalem rumah ada suara gubrak-gubrak. hahaha..

Percaya dan ikut sebarkan berita atau informasi hoax saja dosa, apalagi pembuat hoax pertama kali. Jangan sampe Sobat begitu ya.. Sobat punya tips lain soal bahasan ini? Sharing di kolom komentar bawah yuks! (SB)

picture source: danielalhabsy Hosting Unlimited Indonesia

No comments:

Post a Comment

Komen di sini yuk, Sob..

KEPOOO.ID

Situsnya anak muda yang memiliki tagline Yang Muda Yang Harus Tau. Mimin bakal nemenin Sobat semua setiap harinya dengan artikel, video dan konten lainnya khas anak muda kekinian yang pastinya ap-tu-det dan ngeHITZ bingits..

Like Facebook

Subscribe