Kepoooin Nih

Saturday, July 8, 2017

Mengenal Jeonju, Salah Satu Kota Kecil di Korea Selatan

Jeonju merupakan salah satu kota di Korea Selatan yang berada di Provinsi Jeollabuk-do yang merupakan salah satu kota kecil di bagian barat dari negara ginseng ini. Berbeda dengan kota di Korea Selatan lainnya, kehidupan Jeonju justru sangat jauh dari sibuknya kehidupan kota dan hiruk pikuk kota-kota besar seperti di ibukota Seoul. Tidak banyaknya gedung-gedung pencakar langit yang tinggi menjulang. Tak ada pula jalur subway seperti di kota dan provinsi lain di Korea Selatan, hanya ada stasiun pemberhentian bus antar kota yang kecil. Jeonju ditetapkan oleh pemerintah Korea Selatan sebagai kota budaya yang jauh dengan hiruk pikuk kehidupan kota. Kota kecil yang bersih tertata nyaman damai serta tentram. Dari pusat kota besar seoul menempuh perjalanan dengan bus antar kota sekitar 3 jam ke Stasiun Jeonju.
Banyak yang tidak tahu jika makanan bibimbap merupakan makanan khas asal kota Jeonju. Jeonju merupakan kota asal muasal bibimbap atau yang sering dikenal dengan nasi campur Jeonju (Jeonju Bibimbap). Bibimbap (비빔밥) ialah masakan Korea berupa semangkuk nasi putih dengan lauk di atasnya berupa sayur-sayuran dengan warna-warna bervariasi yang tersusun rapih dengan banyak lauk lainya. Seperti daging sapi, telur mentah dan saus pedas gochujang khas korea. Bibimbap termasuk ke dalam 10 makanan khas Korea yang paling terkenal.
Jeonju Hanok Village atau rumah tradisional Korea terletak di Kota Jeonju, yang memiliki lebih dari 800 hanok. Desa ini tetap mempertahankan sejarah dan tradisi mereka. Jeonju Hanok Village adalah satu-satunya tempat yang sangat baik menjaga jalan-jalan tua, rumah-rumah dan struktur dari masa lalu Korea. Penduduk di desa ini berjumlah 2.202 orang yang hampir seluruhnya masih tinggal di Hanok. Jeonju menjadi salah satu kota wisata yang terkenal di Korea karena memiliki desa tradisional (Hanok Village) yang menjadi contoh pelestarian budaya tradisional Korea. Keunikan dari Hanok di tempat ini adalah sistem pemanas ruangan menggunakan ondol. Karena kebanyakan orang Korea duduk, makan, bahkan tidur di lantai, maka lantai tetap perlu dihangatkan sepanjang hari. Di dalam kawasan Jeonju Hanok Village yang sangat luas masih banyak terdapat peninggalan-peninggalan sejarah dari zaman kerajaan-kerajaan Korea.
Di sisi lain kota kecil Jeonju, ada sebuah bangunan masjid yang tak kalah khasnya dibangun di sana. Memang tak ada lantunan suara adzan ataupun lantunan ayat-ayat Al-Qur’an yang terdengar. Bangunan tersebut memang berbeda dari bangunan lain yang berada di sekitarnya. Jeonju sebagai kota budaya, dibangun sebuah masjid dengan perpaduan arsitektur Islam dan Korea. Kubah khas masjid dipadukan dengan atap khas Korea yang menunjukkan harmoni antar keduanya. Siapa kira, Islam tumbuh dan berkembang di kota kecil ini. Sejarah menunjukkan bahwa Islam memang telah hadir sejak zaman kerajaan di Korea. Masjid Jeonju sendiri merupakan masjid keempat yang menjadi saksi berkembangnya Islam di Korea. Masjid ini kemudian diberi nama Masjid Abu Bakar As-Siddiq yang merupakan lambang kecintaan terhadap shahabiyah (salah seorang Sahabat Nabi). Sampai saat ini, tercatat ada 424 muslim asli Korea yang tinggal di Jeonju. Pemerintah Korea sendiri cukup terbuka, mereka tidak pernah melarang ajaran Islam masuk di negaranya. Keberadaan Islam memang telah mewarnai keberagaman di tengah-tengah hiru-pikuk serta hedonisnya kehidupan di negeri yang terkenal dengan nama The Land of Morning Calm, Korea. Khususnya di sebuah kota kecil bernama Jeonju.
Tidak hanya masjid, ada Katedral Jeondong yang merupakan gereja tertua di Kota Jeonju. Gereja ini terletak di tengah pusat kota, dekat Desa Jeonju Hanok tradisional. Ini adalah kuil Romawi-Bizantium. Gereja Jeongdong yang menjadi tempat berkembangnya agama Kristiani pada akhir abad ke-18. Selain didaulat sebagai Historic Site No.288 (September 25, 1981), Jeondong Catholic Cathedral yang didesain oleh Pastur Poinel yang juga mendesain Myeongdong Cathedral di Seoul ini didaulat sebagai salah satu gereja Katolik tercantik di Korea. Bahkan beberapa orang menyebutnya sebagai salah satu bangunan tercantik di seluruh penjuru Korea Selatan. Gereja ini bergaya arsitektur yang unik, campuran dari Byzantine dan Romanesque architectural. Gereja ini pernah menjadi salah satu tempat MV Wedding Dress Taeyang, salah satu personel boy band Big Bang. Hmm.. urusan yang satu ini pasti cewek-cewek indo pada tau dan mengidolainya. hehehe..
Ada beberapa tempat yang wajib dikunjungi jika anda sedang berwisata ke Jeonju selain Hanok Village, yaitu Borinara Hagwon Farm yang merupakan ladang gandum besar yang berukuran 561.983m². Ini adalah ladang gandum terbesar di negara ini, yang membutuhkan satu minggu penuh untuk memanen hasil panen. Di ladang ini sering diadakan festival berbagai macam bunga yang sering diadakan pada musim liburan musim-musim tertentu seperti musim semi, panas dan gugur yang sempurna. Borinara Hagwon Farm juga pernah menjadi salah satu tempat syuting film drama Goblin dimana dalam adeganya Gong Yoo atau Kim Shin ditikam dengan pedang di sini dan akan menjadi tempat baginya ketika meninggal. Tempat ini adalah sebuah ladang gandum di Korea yang dipenuhi bunga matahari dan ada bunga putih (Soba) serta bunga lain yang hanya mekar menurut musimnya saja.
Walaupun Jeonju adalah kota kecil, namun kota ini sangat tidak tertinggal dengan yang namanya pendidikan. Pendidikan adalah hal utama yang terpenting, bisa dilihat dari banyaknya universitas-universitas besar dan ternama di kota ini. Tingkat kesadaran pendidikan di Korea sangat tinggi, begitupun dengan Kota Jeonju, semua penduduknya sangat terobsesi dengan pendidikan. Pendidikan benar-benar ditekankan kepada siswa. Di Korea, jika kita masuk sebuah universitas bergengsi, maka kita akan memperoleh kesempatan yang baik untuk mendapatkan informasi pekerjaan yang baik. Seorang anak memasuki Universitas yang baik tidak hanya menjamin keadaan ekonomi individunya, tetapi juga mencerminkan reputasi orang tua anak. Dalam budaya Korea, pertimbangan yang paling penting bagi seorang pimpinan bukan kepribadian atau pengalaman kerja, melainkan di universitas apa orang tersebut belajar.

Korea memiliki tingkat kelulusan SMA 97%, ini adalah yang tertinggi tercatat di negara-negara maju. Sangat menarik untuk dicatat bahwa 80% sekolah-sekolah di Korea Selatan memperbolehkan hukuman fisik. Hm.. berbeda dengan sistem pendidikan di negara kita yang melarang kekerasan fisik tapi tetap saja itu sudah menjadi tradisi kakak senior sekolah atau kampusnya ya Sob. hehehe.. Gimana Sob, tertarik liburan ke Jeonju? Ajak-ajak Mimin juga yaps. hehe.. (NIS 안니사 )

all picture copyright © Kepooo.id

No comments:

Post a Comment

Komen di sini yuk, Sob..

KEPOOO.ID

Situsnya anak muda yang memiliki tagline Yang Muda Yang Harus Tau. Mimin bakal nemenin Sobat semua setiap harinya dengan artikel, video dan konten lainnya khas anak muda kekinian yang pastinya ap-tu-det dan ngeHITZ bingits..

Like Facebook

Subscribe