Kepoooin Nih

Thursday, July 6, 2017

Inilah Kondisi Kota Sodom yang Diazab Allah karena Warganya LGBT

Baru-baru ini dunia dihebohkan pernyataan mantan CEO Starbucks, Howard Schultz dalam rapat dengan para pemegang saham Starbucks lainnya dengan mempersilakan pemegang saham lainnya yang kontra LGBT (Lesbian, Gay, Bisexsual dan Transgender) termasuk pernikahan sejenis untuk melepaskan sahamnya pada Januari 2017 lalu. “Anda bisa menjual saham Starbucks yang anda miliki dan membeli saham dari perusahaan lain”. Tak pelak pernyataannya ini menimbulkan reaksi kontra sejumlah ormas Islam di Indonesia untuk memboikot produk Starbucks di Indonesia dan sahamnya di Indonesia anjlok.
source: spanish latinospost

Sejak dahulu, dalam ajaran agama Islam dalam kitab suci Al-Qur’an telah dikisahkan sejarah ummat Nabi Luth yang diazab oleh Allah dengan membalikkan kota tersebut dan menghujaninya dengan dengan batu dari tanah yang terbakar karena tidak mau mengikuti ajarannya untuk meninggalkan kebiasan menyimpang tersebut. Dalam ajaran agama Kristen dan Katolik, Luth bernama Lot, sedangkan Yahudi menyebutnya לוֹט. Kisah tentang azab Kota Sodom (Sadum) dan Gomorrah (Amora/ ‘Amurah) ini juga terdapat dalam kitab suci Kristen, Katolik dan Yahudi sebagai ajaran pelarangan LGBT. Lalu bagaimana keadaan Kota Sodom dan Gomorrah sekarang? Yuk disimak sebagai bahan pelajaran kita bersama, Sob.
source: dailymail

Tim Arkeolog yang dipimpin oleh Steven Collins dari Trinity Southwest University, New Mexico, Amerika Serikat pada bulan September 2015 menemukan reruntuhan yang diyakini sebagai Kota Sodom merujuk dari petunjuk dan ciri-ciri yang bersumber kitab-kitab suci beberapa agama. Yaitu di Tall el-Hammam, negara Yordania sekarang, wilayah yang terletak di timur Sungai Yordan. Sejak 2005, Collins dan tim berusaha mencari kota yang hilang tersebut.
source: asorblog

Para ilmuwan meyakini Kota Sodom dan Gomorrah terletak di lembah Sungai Yordan, sebelah utara Danau Mati. Sodom dahulu diyakini sebagai kota yang besar, makmur, dan menjadi pusat perdagangan semasa jayanya. Tim menemukan bukti adanya kota yang diperluas dan dilengkapi dinding pertahanan dari bata merah atau tanah liat dengan tebal 5,2 meter dan tinggi 10 meter yang dibangun kembali menjadi semakin kuat setelah adanya gempa bumi, sesuai dengan ciri-ciri Zaman Perunggu Awal (3500 - 2350 SM).
source: biblicalarchaeology

Berdasarkan bukti dari penggalian arkeologi, kemakmuran kota ini nampaknya berakhir mendadak menjelang akhir Zaman Perunggu Pertengahan (2000 - 1540 SM), di mana kemudian kota ini menjadi tanah tandus selama 700 tahun tanpa tanda-tanda pemukiman manusia. Hal ini terlihat dari tidak adanya materi dari Zaman Perunggu Akhir, yang juga diamati dari kota-kota kecil di sekitarnya. Kemungkinan besar suatu bencana alam besar secara tiba-tiba menimpa kota-kota itu.
source: dailymail

Sementara itu penelitian arkeologis lainnya mendapati, Kota Sodom diyakini terletak di tepi Laut Mati (dahulu adalah Danau Luth), kota ini memanjang di antara perbatasan Israel-Yordania. Temuan arkeolog ini diperkuat oleh penelitian geolog asal Inggris, Graham Harris. Graham dan tim menemukan Kota Sodom dibangun di pesisir Laut Mati dan penduduknya berdagang aspal yang tersedia di wilayah tersebut. Daerah pemukiman warga Sodom berupa dataran yang mudah diguncang gempa. Tim geolog juga menemukan banyak lapisan lahar dan batu basal bukti pernah terjadinya letusan gunung berapi dan gempa bumi maha dahsyat di pesisir Laut Mati.
source: dailymail

Sedangkan penelitian Werner asal Jerman menghasilkan fakta bahwa Kota Sodom dahulu terletak di wilayah yang sekarang bernama Lembah Siddim (Kota Sodom). Sedangkan gempa bumi dahsyat yang mengancurkan kaum Sodom diperkirakan terjadi dari tepi Gunung Taurus. Lalu memanjang ke pantai selatan Laut Mati dan berlanjut melewati Gurun Arabia ke Teluk Aqaba melintasi Laut Merah hingga mengguncang Afrika. Werner menduga saat itu Lembah Siddim terjerumus ke dalam jurang yang sangat dalam akibat guncangan gempa yang sangat hebat dan gempa tersebut disertai letusan, petir, keluarnya gas alam bahkan munculnya lautan api yang dahsyat.
source: dailymail

Ikh.. serem banget ya Sob hasil beberapa penelitian arkeolog tersebut. Gimana komentar Lo, Sob? Tulis di kolom komentar bawah yaps. (SB)

header picture source: dailymail

1 comment:

  1. artikel bagus. jadi bahan pelajaran untuk kita bersama.

    ReplyDelete

Komen di sini yuk, Sob..

KEPOOO.ID

Situsnya anak muda yang memiliki tagline Yang Muda Yang Harus Tau. Mimin bakal nemenin Sobat semua setiap harinya dengan artikel, video dan konten lainnya khas anak muda kekinian yang pastinya ap-tu-det dan ngeHITZ bingits..

Like Facebook

Subscribe