Kepoooin Nih

Thursday, June 15, 2017

Hubungan Film Samson and Delilah dan Samson Betawi dengan Malam Laylatul Qodr

Banyak dari kita yang pernah nonton fim Samson and Delilah yang dirilis Desember 1949 produksi Amerika Serikat dan film Samson Betawi dengan pemeran Samson dibintangi oleh Benyamin Sueb yang ngehitz tahun 1975. Meski jalan cerita kedua film tersebut sedikit berbeda, namun ada persamaan sosok Samson yang sangat kuat seperti Hercules merupakan sosok dan terinspirasi dari kisah Nabi yang diakui oleh empat agama, yaitu Yahudi, Kristen dan Katolik dengan sebutan Simson dan Islam dengan sebutan Sam’un Ghozi AS.

Beberapa riwayat asbabunnuzul (sebab-sebab turunnya ayal Al-Qur’an), ada satu versi yang dikisahkan bersumber dari Qishashul Anbiyaa dan Muqasyafatul Qulub karya Imam Al-Ghazali. Nabi Sam’un Ghozi atau Samson ini nabi dari Bani Israil dan sejarah dari sumber dua kitab itu disebut israiliyat (sejarah yang berasal dari Bani Israil/Yahudi) yang berkembang menjadi cerita rakyat turun temurun karena saat itu penduduk Madinah mayoritas Yahudi.

Pada kitab Qishashul Anbiyaa, dikisahkan, bahwa Rasullah Muhammad SAW tesenyum sendiri, lalu bertanyalah salah seorang sahabatnya, “Apa yang membuatmu tersenyum wahai Rasulullah?” Rasullah menjawab, “Diperlihatkan kepadaku hari akhir ketika dimana seluruh manusia dikumpulkan di Mahsyar. Semua Nabi dan Rasul berkumpul bersama umatnya masing-masing, masuk ke dalam surga. Ada salah seorang nabi yang dengan membawa pedang, yang tidak mempunyai pengikut satupun, masuk ke dalam surga, dia adalah Sam’un.”

Diriwayatkan dari Sahabat Ibnu Abbas, suatu hari Malaikat Jibril bercerita kepada Nabi Muhammad SAW dan diceritakan kepada sahabat-sahabatnya tentang kisah seorang hamba yang memiliki kekuatan super. Namanya Sam’un Al-Ghozi, seorang pembela agama, berperang melawan kaum kafir selama 1000 bulan yang hanya berbekal tulang dagu unta (versi lainnya tulang keledai) sebagai senjata, tidak memiliki senjata lain. Setiap kali menghantam kaum kafir dengan tulang dagu untanya, terbunuhlah banyak kaum kafir dalam jumlah yang tidak terhitung. Nabi Sam’un memiliki mukjizat tenaga yang ekstra seperti dapat melunakkan besi dan merobohkan istana.

Nabi Sam’un dalam hidupnya terus berjuang mengajak Bani Israil mengikuti ajaran agama Allah yang dibawanya, namun kerajaan dan rakyat menolaknya. Suatu ketika raja kafir menginginkan untuk membunuh Nabi Sam’un Ghozi yang memiliki kekuatan super ini. Lalu dibujuklah istri Nabi Sam’un yaitu Delila untuk membunuh suaminya. Awalnya menolak, namun dengan iming-iming imbalan yang menggiurkan akhirnya mau juga.

Diberikan saran oleh kaum kafir memberikan tambang yang kuat untuk Delila digunakan untuk mengikat tangan dan kaki Nabi Sam’un saat tidur. Terbangun Nabi Sam’un dan berkata, “siapa yang mengikatku?”. Istrinya menjawab, “aku yang mengikatmu karena ingin mengujimu”. Dengan sekali gerakkan Sam’un maka putuslah tali tambang itu. Begitu juga dilakukan Delila di malam berikutnya Sam’un diikat dengan rantai dan putus juga.
source: lukisan Lucas Cranach the Elder pada tahun 1525

Nabi Sam’un mengatakan, “Wahai istriku aku wali diantara wali kekasih Allah. Segala perkara dunia ini tidak ada yang sanggup mengalahkan diriku. Aku punya rambut ini, ia memang berambut panjang”. Ucapan itu terdengar istrinya dan pada malam ketiga saat Nabi Sam’un terlelap tidur, diguntinglah rambut tersebut dan diikatkan di tangan atau badan dan kaki Nabi Sam’un. Kekuatan yang terdapat pada rambutnya hilang dan Sam’un dibawa ke untuk diarak dan disiksa.

Mereka beramai-ramai membawa Nabi Sam’un ke sebuah istana, tempat mereka menghukum mati seseorang dengan memenggal lehernya. Di tengah istana itu terdapat tiang, mereka mengikat Sam’un di tiang itu. Mereka memotong kedua telinga, mencongkel kedua mata, menggunting bibir dan lidah Sam’un, kedua tangan dan kedua kakinya pun dipotong. Semua orang berkumpul menyaksikan Sam’un dimutilasi di istana tersebut.

Nabi Sam’un berdo’a kepada Allah dengan terlebih dahulu bertaubat karena telah membocorkan kekuatannya. Nabi Sam’un menginginkan kepada Allah supaya mengembalikan lagi kekuatannya untuk merobohkan istana tersebut. Doa dikabulkan dan Sam’un berhasil merobohkan istana tersebut dengan dorongan pilar tengah istana sehingga istana ambruk dan menewaskan seluruh orang di dalamnya termasuk raja kafir dan istrinya.

Mendengar kisah Sam’un itu, para sahabat Rasulullah Muhammad SAW terharu, mereka bertanya “wahai Rasulullah apakah engkau tahu berapa besar pahala Sam’un ibadah seperti itu?” Nabi menjawab “aku tidak mengetahuinya”. Rasulullah sedih dengan umur ummatnya yang pendek termasuk kita sekarang tidak lebih dari 100 tahun dan tidak bisa menandingi pahala ibadah ummat nabi-nabi sebelumnya yang berumur panjang hingga ribuan tahun. Lalu Malaikat Jibril datang mewahyukan Surat Al-Qodr yang isinya menjelaskan ada satu malam di bulan Ramadhan pada malam ganjil 10 hari terakhir, yang jika beribadah di malam itu maka pahalanya lebih baik dari ibadah 1000 bulan lamanya (83 tahun, 4 bulan).

Nah itu Sob pelajaran yang bisa kita ambil terutama untuk Sobat yang beragama muslim supaya gak menyianyiakan malam laylatul qodr yang akan tiba di sepuluh malam terakhir pada malam ganjil bulan Rumadhan ini. Meskipun begitu, di luar malam laylatul qodr juga harus rajin beribadah ya Sob.. (SB)

header picture source: muslimdaily

No comments:

Post a Comment

Komen di sini yuk, Sob..

KEPOOO.ID

Situsnya anak muda yang memiliki tagline Yang Muda Yang Harus Tau. Mimin bakal nemenin Sobat semua setiap harinya dengan artikel, video dan konten lainnya khas anak muda kekinian yang pastinya ap-tu-det dan ngeHITZ bingits..

Like Facebook

Subscribe