Kepoooin Nih

Wednesday, March 29, 2017

Ke Indonesia April Ini, Inilah 10 Fakta Seputar Zakir Naik

Dr Zakir Abdul Karim Naik akan hadir di Indonesia dengan agenda utama berceramah umum di beberapa kota di Indonesia. Si ahli debat perbandingan agama yang mampu membuat jutaan orang non-Islam akhirnya bersyahadat ini akan kita saksikan langsung di negara kita. Kabarnya, beberapa tahun sebelumnya DZN (sapaan akrab Zakir Naik) pernah mendatangi Indonesia dan berceramah umu, namun saat itu belum banyak dikenal luas warga Indonesia.

Dengan tema Zakir Naik Visit Indonesia akan digelar di Auditorium UPI Bandung pada 2 April, Auditorium UMY Yogyakarta pada 3 April, Lapangan UNIDA Gontor Ponorogo pada 4 April, Stadion Patriot Bekasi pada 8 April dan Auditoium UNHAS Makassar pada 10 April. Sebelumnya isteri beliau yaitu Farhat Naik juga akan mengawali ceramah khusus wanita di Masjid Darussalam, Kota Wisata, Gunung Putri, Bogor pada 31 Maret 2017.

Hampir 100.000 kuota penonton di seluruh kota yang akan dikunjungi Zakir Naik ludes dipesan. Ceramah umum ini tentunya bukan hanya terbuka untuk ummat Islam Indonesia saja, namun juga terbuka untuk semua agama non-Islam untuk menghadirinya dan mencoba untuk berdebat dengan Zakir Naik. Namun kita belum tahu semua fakta-fakta seputar Dr Zakir Naik, si ahli debat perbandingan agama tersebut.

1. Lahir di Mumbay (Bombay), India
Hampir semua ummat Islam yang mengetahui Zakir Naik dari youtube, tentu mudah untuk menebak dialek Bahasa Inggris yang dipakai Zakir Naik cukup kental dari India. India adalah tentunya bukan negara mayoritas beragama Hindu. Zakir kecil dan muda cukup banyak menyaksikan kesalahpahaman terhadap ajaran agama Islam yang dilakukan masyarakat sekelilingnya. Dia lahir pada 18 Oktober 1965 (sekarang berusia 51 tahun)

2. Dokter Medis
Zakir Naik sesungguhnya adalah dokter medis. Ia bersekolah di St. Peter's High School (ICSE) di kota Mumbai. Kemudian bergabung dengan Kishinchand Chellaram College dan mempelajari kesehatan di Topiwala National Medical College and Nair Hospital di Mumbai. Ia kemudian menerima gelar Bachelor of Medicine and Surgery (MBBS) di University of Mumbai. Tak pelak Zakir Naik terkadang menjawab perdebatan dengan ilmu medis yang dimilikinya. Contohnya menjawab seputar kenapa ada perbedaan waris antara laki-laki dan perumpuan, dimana laki-laki mendapat dua kali lebih banyak bagian dibanding wanita.

3. Terinspirasi Ahmed Deedat
Sesungguhnya sebelum Dr Zakir Naik yang berprofresi sebagai dokter dan kemudian beralih profesi sebagai pendakwah ahli debat perbandingan agama pada tahun 1991, telah lebih dulu ada Ahmed Hussein Deedat yang juga sama-sama lahir di Mumbay, India. Ahmed Deedat menjadi insipirator Zakir Naik untuk meneruskan dakwahnya dengan jalur debat.

4. Ingin Mengubah Citra Buruk Islam
Hidup dengan beragama minoritas di suatu negara tidaklah mudah. Ditambah saat Zakir Naik kecil dan muda sering menemukan kesalahpahaman tentang ajaran Islam baik di sekelilingnya maupun warga dunia, contohnya agama teroris. Zakir Naik juga ingin membangkitkan kembali dasar-dasar penting Islam yang kebanyakan remaja muslim tidak menyadarinya atau sedikit memahaminya dalam konteks modernitas.

5. Hafal Isi dan Tafsir Kitab Suci Berbagai Agama
Tidak hanya Al-Qur’an dan Hadits saja yang ia kuasai, Zakir Naik juga menguasai kitab suci Injil (Al-Kitab) Perjanjian Lama dan Baru, Weda, Tripitaka dan Bhagavad Gita. Karena itu sering sekali jika lawan debatnya tersebut dari agama non-Islam lalu salah mengutip isi kitab sucinya, dengan mudah Zakir Naik membenarkannya. Tak jarang ia menyuruh lawannya untuk membuka kitab suci agamanya tersebut lengkap dengan nomer ayat dan bagiannya.

6. Sering Ditolak di Berbagai Negara dan Kontroversi
Tentunya dengan berdakwah dengan cara perdebatan perbandingan agama ada resiko. Contohnya pada Agustus 2006, kunjungan dan konferensi Naik di Cardiff, Britania Raya menjadi kontroversi ketika MP (anggota parlemen) Wales David Davies meminta acaranya dibatalkan. Ia menyebutnya seorang 'penjual kebencian', dan mengatakan pandangannya tidak pantas memperoleh 'platform publik', namun Muslim dari Cardiff, mempertahankan hak berbicara Naik di kota mereka. Saleem Kidwai, Sekretaris Jenderal Muslim Council of Wales, tidak setuju dengan Davies. Saleem menyatakan bahwa "orang-orang yang mengenalnya (Zakir Naik) tahu bahwa ia adalah salah satu orang paling tidak kontroversial yang pernah ada. Ia berbicara tentang kesamaan antar agama dan bagaimana kita harus hidup selaras dengan mereka". Saleem mengundang Davies untuk membicarakan lebih jauh dengan Naik secara pribadi di konferensi ini. Konferensi tetap berjalan, setelah Dewan Cardiff mengatakan bahwa mereka senang apabila ia tidak berceramah dengan pandangan ekstremis. Zakir Naik juga dikabarkan pernah mengajak debat langsung dengan Paus Benediktus XVI mengenai ceramah Paus pada September 2016

7. Jutaan Lawan Debatnya jadi Mualaf Termasuk Pemuka Agama Lain
Jika kita menyaksikan video-video perdebatan Zakir Naik di youtube, banyak kita temukan lawan-lawan debatnya dari berbagai negara, agama, termasuk dari pemuka agama non-Islam bersyahadat di depannya dan ribuan penonton. Termasuk penonton videonya dari seluruh dunia tergerak hatinya yang akhirnya memutuskan masuk Islam. Salah satunya Juliet Cole, seorang Biarawati selama 14 tahun di Gambia, akhirnya bersyahadat pada tahun 2014 di depannya dalam sebuah acara ceramah umum di Kairaba Beach Hotel di Kololi, Gambia.

8. Memiliki Stasiun TV, Foundation dan Dituduh Mendanai Teroris
Tidak hanya mengunjungi berbagai daerah di India dan negara lain untuk memberikan ceramah umum, Zakir Naik juga memiliki stasiun televisi gratis bernama Peace TV untuk memperluas materi dakwahnya tersebut. Peace TV adalah jaringan stasiun TV satelit berbasis Islam yang disiarkan dari Dubai, Uni Emirat Arab selama 24 jam sejak 21 Januari 2016 dengan rata-rata menggunakan Bahasa Inggris. Seluruh program stasiun TVnya bisa disaksikan oleh warga Asia, Eropa, Afrika, Australia dan Amerika Utara. Kemudian diluncurkan juga Peace TV Urdu berbahasa Urdu pada 22 April 2011 dan Peace TV Bangla berbahasa Bengali. Stasiun TV tersebut ditopang sumber dananya dari masyarakat muslim dunia melalui Islamic Research Foundation (IRF) yang didirikannya. IRF juga digunakan Zakir Naik untuk keperluan dakwahnya ke berbagai negara dan keperluan membantu ummat Islam lainnya. Pada tahun 2011, regulator penyiaran UK Ofcom menyelidiki saluran ini untuk tuduhan pesan siaran ekstrimis. Di negara kelahirannya, stasiun TVnya juga dikabarkan ditutup oleh pemerintah setempat dengan berbagai tuduhan. Banyak pihak yang menuduh Zakir Naik dengan IRFnya mendanai kelompok teroris.

9. Banyak Penghargaan
Dr Zakir Naik menduduki peringkat No 82 dalam daftar ‘100 Orang India Paling Berpengaruh’ yang diterbitkan oleh Indian Express pada tahun 2009, No 3 di ’10 Besar Guru Spiritual dari India pada tahun 2009,’ dan peringkat No 89 tahun 2010. Ia merupakan satu-satunya muslim dalam daftar ini, dan menduduki peringkat pertama dalam daftar ini pada tahun 2010. Lalu mendapatkan peringkat di 70 daftar teratas dari ‘500 Muslim Paling Berpengaruh di Dunia’ yang diterbitkan setiap tahun oleh Georgetown University tahun 2011, 2012, 2013/14 dan 2014/15. Memperoleh penghargaan ‘King Faisal International Prize’ – 2015 untuk ‘Layanan Islam’ Dr Zakir Naik pada 1 Maret 2015 di Riyadh dari Raja Arab Saudi Salman bin Abdul Azis Al-Saud, ‘Sharjah Award untuk Kerja Sukarela’ pada tahun 2013, untuk layanan sukarela kepada Islam pada skala internasional pada 16 Januari 2014 dari Syekh Dr. Sultan bin Mohammed Al Qasimi, Penguasa Sharjah, UAE. Kemudian Dr Yahya Jammeh, Presiden Republik Gambia memberi Dr Zakir Naik lencana penghargaan nasional tertinggi dari Komandan Nasional Republik Gambia di Gambia pada tanggal 15 Oktober 2014 dan menerima Doktor Kehormatan – ‘Doctor of Humane Letters’ (Honoris Causa) – oleh Wakil Rektor Universitas Gambia. Masih banyak lagi penghargaan yang diraih Dr Zakir Naik.

10. Restoran di Jakarta Berhenti Menjual Miras Karena Zakir Naik
Sebuah Restoran yang menyajikan makanan khas Pakistan dan India bernama Koh E Noor di bilangan Pasar Pestival, Jakarta, Kamis (2/3/2017) dikunjungi ulama dunia Dr Zakir Naik beserta tim Mualaf Center Indonesia. “Saya mengatakan kepada pemilik (restaurant) Pakistan, Shahid Bhai yang melayani minuman beralkohol yang haram di restauran. Dia menjawab, ‘Insya Allah berhenti melayani minuman beralkohol secepatnya’. Saya berkata, kenapa tidak berhenti dari hari ini?. Dia jawab, ‘Ya’. Kami mengatakan, mengapa tidak membuang alkohol sekarang itu sendiri?. Dia menjawab, ‘Mengapa anda tidak melakukannya,” ujar Hanny Kristianto, penggagas Zakir Naik Visit Indonesia di Halaman Facebooknya. Lalu ketiga rekannya beserta pemilik restaurant membuang beberapa isi botol minuman beralkohol ke wastafel. Anak muda Indonesia yang terkenal kerens jangan suka meminum minuman keras ya, Sob. Tidak baik untuk kesehatan dan agama.

Itulah Sob 10 fakta seputar Dr Zakir Naik, ulama ahli debat dan perbandingan agama yang kita kenal melalui video youtubenya yang menginspirasi khususnya anak muda muslim. (SB)

picture source: geotimes

No comments:

Post a Comment

Komen di sini yuk, Sob..

KEPOOO.ID

Situsnya anak muda yang memiliki tagline Yang Muda Yang Harus Tau. Mimin bakal nemenin Sobat semua setiap harinya dengan artikel, video dan konten lainnya khas anak muda kekinian yang pastinya ap-tu-det dan ngeHITZ bingits..

Like Facebook

Subscribe